Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Menyebutkan Tindakan Gaduh 22 Mei

Dapatkan Bonus 10% Setiap Anda Melakukan Deposit, Bonus Ajak Teman 5%, Bonus Cashback 5% Setiap Minggunya Dengan Syarat Dan Ketentuan Yang Mudah, Hanya di 828bet Agen Judi Terpercaya Sejak 2008

Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Menyebutkan Tindakan Gaduh 22 Mei – Periset Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi memandang gagasan pembunuhan empat tokoh nasional masih ‘nanggung’. Karena, yang menjadi sasaran bukan tokoh terutamanya; capres yang dikatakan jadi juara Pemilihan presiden 2019.

Didapati, mereka yang dicari diantaranya Menkopolhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Spesial Presiden Gories Mere, serta Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

“Ada banyak tanda pertanyaan. Bukan ganjil. Jadi satu gagasan, ini kan gagasan yang nanggung,” tutur Khairul waktu dihubungi Rabu (29/5).

Bila keonaran 22 Mei lalu terkait dengan hasil Pemilihan presiden 2019, sambungnya, harusnya calon presiden juara sebagai sasaran pengacau. Bukan empat petinggi negara yang awalnya dimaksud oleh faksi kepolisian.

Khairul memandang itu jadi penemuan yang menarik. Namun, memiliki kandungan beberapa pertanyaan yang belum terjawab.

“Menarik lho, mengapa plot sasarannya nanggung, bukan presiden sekaligus yang dicari? Atau ketua-ketua partai? Ini seakan memverifikasi jika ini hari mereka berikut aktor politik menguasai. Ditambah Moeldoko, seperti dia mengaku, jadi sasaran pembunuhan,” katanya.

Khairul menjelaskan motif pengacau membidik empat petinggi negara itu harus disibak dengan detil.

“Dalam status jadi apa mereka ini ditarget? Jadi petinggi pemerintahkah? Jadi penopang kekuasaan atau jadi apa?” katanya.

Ia mengamini jika pengungkapan motif yang sebetulnya memang tidak gampang. Ditambah lagi bila hanya menggali pernyataan dari pelaksana eksekusi.

Dalam usaha layanan pembunuh profesional, kata Khairul. pelaksana eksekusi biasanya tidak paham serta tak perlu tahu motif client-nya.

Khairul memandang polisi harus berhati-hati dan jeli dalam ungkap serta mengaitkan masalah itu. Jangan pernah ada asumsi-asumsi liar di khalayak yang ada karena pertanyaan yang tidak terjawab.

“Kita peringatkan polisi untuk jeli serta Berhati-hati ungkap ini. Jangan pernah justru ikutan tebar hoax,” kata Khairul.

Awalnya, Tubuh Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan tindakan gaduh 22 Mei ditunggangi oleh barisan terafiliasi ISIS. Tentang hal tersebut, Khairul tidak ingin begitu cepat setuju.

Menurut Khairul, barisan ekstremis membuat serta jalankan agendanya sendiri. Malah peristiwa ribut buntut dari penyelenggaraan Pemilihan presiden 2019 dapat mempermudah mereka jalankan laganya, sebab aparat terkonsentrasi jaga keamanan. Segi lain jadi tidak terurus.

“Peristiwa pemilihan presiden dengan seluruh kegaduhannya, dipandang akan mengambil alih konsentrasi aparat keamanan serta mempermudah mereka jalankan agendanya,” kata Khairul.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengemukakan faksinya sudah tangkap semua pelaksana eksekusi pembunuhan. Kepolisian sudah menyelamatkan empat puncak senjata.

Kepolisian sedang mengincar faksi yang mendanai gagasan pembunuhan itu untuk pastikan motif gagasan pembunuhan itu. Selama ini polisi baru tahu motif beberapa pelaksana eksekusi yang sudah tertangkap ialah motif ekonomi.

Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Dari Kami, Silahkan Hubungi Langsung Costumer Service Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop, Atau Anda Bisa Langsung Mengisi Data Diri Anda di Form Pendaftaran Dibawah Ini.