Data Disdukcapil Yang Mencatat Adanya 17 WNA Yang Punya e-KTP Diserahkan Ke KPU Cianjur

Dapatkan Bonus 10% Setiap Anda Melakukan Deposit, Bonus Ajak Teman 5%, Bonus Cashback 5% Setiap Minggunya Dengan Syarat Dan Ketentuan Yang Mudah, Hanya di 828bet Agen Judi Terpercaya Sejak 2008

Data Disdukcapil Yang Mencatat Adanya 17 WNA Yang Punya e-KTP Diserahkan Ke KPU Cianjur – Dinas Kependudukan serta Catatan Sipil (Disdukcapil) Cianjur, Jawa Barat, mencatat ada rincian 17 Masyarakat Negara Asing (WNA) yang telah mempunyai KTP elektronik. Data itu telah diserahkan ke KPU Cianjur untuk meminimalkan kekeliruan dalam penerapan pemilu 2019. Karena, WNA itu tidak diijinkan masuk dalam Rincian Pemilih Masih (DPT) serta ikuti penerapan Pemilu.

Kadisdukcapil Cianjur Sidiq el-Fatah menjelaskan data itu dikasihkan menjadi pegangan KPU untuk penerapan pemilu. Walau telah mempunyai KTP, akan tetapi WNA tidak memperoleh hak pilih seperti masyarakat biasa.

“Berkaitan kepemilikan KTP, ia menuturkan telah ditata dalam Undang-Undang nomer 24/2013 mengenai Administrasi Kependudukan, persisnya masalah 63 ayat 1,” tuturnya seperti dikutip Pada, Selasa (26/2).

Pihaknya mencatat ada 17 TKA yang mempunyai e-KTP dengan kewarganegaraan bermacam. Dari mulai China, Singapura, Prancis serta beberapa negara yang lain.

“Rincian nama serta alamat tempat tinggalnya telah tertera di dalamnya,” kata Sidiq.

Merujuk pada Undang-Undang nomer 24 tahun 2013 mengenai pergantian atas UU nomer 23 tahun 2006 mengenai administrasi kependudukan, dijelaskan jika WNA diijinkan mempunyai e-KTP. Ini tertera dalam Masalah 63 serta Masalah 64 UU itu. Dalam Masalah 63 ayat 1. Akan tetapi mesti penuhi peryaratan mempunyai izin tinggal masih.

“Masyarakat Masyarakat Negara Indonesia serta Orang Asing yang mempunyai Izin Tinggal Masih yang sudah berusia 17 (tujuh belas) tahun atau sudah kawin atau sempat kawin harus mempunyai KTP-el.”

Diperkokoh pada ayat 4 yang mengatakan jika “Orang Asing seperti disebut pada ayat (1) harus memberikan laporan perpanjangan waktu laku atau ganti KTP-el pada Lembaga Pelaksana sangat lamban 30 (tiga puluh) hari sebelum tanggal waktu laku Izin Tinggal Masih selesai.”

Sedang di Masalah 64 ayat a serta b, diterangkan jika KTP elektronik buat WNI waktu berlakunya seumur hidup. Sedang KTP elektronik buat Orang Asing waktu berlakunya sesuai dengan waktu laku Izin Tinggal Masih.

Kemendagri menyatakan jika WNA yang ingin mempunyai KTP elektronik mesti penuhi beberapa prasyarat. Diantaranya izin tinggal masih sama dengan UU Administrasi serta Kependudukan (Adminduk).

Komisioner KPU Cianjur, Anggy Shopia Wadany, pihaknya akan mengemukakan data itu ke tiap-tiap TPS tempat WNA bertempat. Hingga petugas disuruh untuk lebih selektif serta cermat dalam mengecek pemilih yang memakai KTP.

“Tentunya akan kami tindaklanjuti serta minta petugas untuk cermat dan selektif sebab bedanya begitu jelas dari bahasa dan kewarganegaraan. Mereka tidak diijinkan untuk pilih,” tuturnya.

Sesaat Sisi Pengusutan Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna, menjelaskan pihaknya sudah bekerjasama dengan Disdukcapil serta KPU Cianjur, berkaitan WNA yang mempunyai KTP-e itu serta tidak ada persoalan.

Akan tetapi pihaknya menyarankan petugas tps untuk cermat serta menampik bila ada WNA yang hadir saat pencoblosan pada 14 April.

“Telah jelas ketidaksamaan WNA dari mulai perawakan serta tata bahasanya. Hingga petugas tak perlu melayani mereka,” tuturnya.

Dapatkan Bonus-bonus Yang Menarik Dari Kami, Silahkan Hubungi Langsung Costumer Service Kami Yang Siap Melayani Anda 24 Jam Nonstop, Atau Anda Bisa Langsung Mengisi Data Diri Anda di Form Pendaftaran Dibawah Ini.